Friday, January 22, 2016

Cara mengatasi hipertensi dengan olah raga teratur

Hipertensi atau biasa dikenal masyarakat awam dengan penyakit darah tinggi saat ini masih menjadi masalah utama di dunia. Menurut WHO pada tahun 2002, hipertensi merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia, diikuti oleh kolesterol dan overweight.

Data tahun 2010 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 28,6% orang dewasa berusia 18 tahun keatas menderita hipertensi. Sebagian besar dari mereka telah mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi namun hanya 53,3% yang berhasil mengontrol tekanan darah dalam batas normal.

Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Departemen Kesehatan tahun 2007 mencapai 31% dan angkanya pun sampai saat ini meningkat 2-3 kali lipat.

Hipertensi dijuluki "silent killer", hal ini karena 80% kejadian tidak menimbulkan gejala. Keluhan sakit kepala atau nyeri pada tengkuk yang seringkali dikeluhkan tidak semata-mata disebabkan oleh hipertensi, melainkan bisa disebabkan efek penyakit lain.

Cara satu-satunya untuk mengetahui apakah tekanan darah seseorang tinggi adalah dengan mengukur tekanan darah secara profesional dengan menggunakan manset tekanan darah. Seseorang dengan tekanan darah sistolik yang secara konsisten 140 atau lebih dan tekanan diastolik 90 atau lebih dianggap memiliki hipertensi.

Modifikasi gaya hidup seperti perubahan pola makan, olahraga teratur, dan menghindari rokok merupakan faktor utama dalam upaya untuk mengurangi risiko hipertensi. Namun banyak orang masih salah dalam menerapkan hal tersebut dalam kehidupannya sehari-hari, salah satunya olahraga. Masih banyak persepsi salah tentang bagaimana olahraga yang sebenarnya dianjurkan.

Olahraga yang bersifat permainan seperti futsal, sepakbola, atau bulutangkis seringkali dilakukan tanpa didahului dengan pemanasan dan tidak melakukan pendinginan sesudahnya. Akibatnya, olahraga yang dilakukan bukannya mengurangi risiko hipertensi tetapi justru tidak memberikan efek positif apapun ke tubuh.

"Olahraga yang dianjurkan untuk mengurangi risiko hipertensi adalah olahraga yang bersifat kontinuitas dan bertahap, seperti berlari, berenang, bersepeda, dan berjalan cepat," ungkap dr. Ika Prasetya Wijaya, SpPD, K-KV, FINASIM, dalam konferensi pers yang dilakukan dalam rangka Hari Kesehatan Sedunia, Senin (8/4/2013).

Dr. Ika juga menganjurkan bahwa olahraga yang baik untuk mengurangi risiko hipertensi adalah bila dilakukan secara teratur minimal 30 menit selama 5x dalam seminggu, sehingga dengan keteraturan ini diharapkan akan menurunkan tekanan darah tinggi secara perlahan.

"Hal ini bukan berarti olahraga seperti futsal, badminton, dan sepakbola tidak memberikan pengaruh positif sama sekali terhadap tubuh. Hanya saja dalam melakukan olahraga ini diperlukan tahapan yang tepat, yaitu dimulai dengan melakukan pemanasan selama 30 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 15 menit," lanjut dr. Ika yang saat ini turut aktif sebagai anggota Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI).

Gaya hidup saat ini yang cenderung kurang memperhatikan pentingnya melakukan tindakan untuk mengurangi risiko hipertensi diharapkan dapat diubah dengan mulai mengubah pola makan dengan tepat, berhenti merokok, dan melakukan olahraga teratur secara benar.


reff : http://tipssupaya.blogspot.com/2013/04/cara-mengatasi-hipertensi-dengan-olah.html

Sengatan Lebah Mampu Sembuhkan HIV/AIDS

Penderita penyakit mematikan HIV/AIDS sepertinya bisa bernafas lega. Penyakit yang disebut ?sebut belum ditemukan obatnya ini sekarang bisa disembuhkan dengan sengatan lebah. Adalah tim peneliti dari Washington University School of Medicine yang berhasil menemukan formula tersebut.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal yang berjudul Antiviral Therapy. Dalam penelitiannya, para ahli menemukan racun lebah bernama melittin yang menjadi bahan utama penghancur virus HIV. Sebuah terobosan yang berpotensi menjadi obat yang kebal terhadap resistensi HIV.

Para peneliti melekatkan melittin ke nanopartikel yang secara fisik lebih kecil dari HIV, dan lebih kecil dari sel-sel tubuh. Terlihat jika melittin lebah menyerang nano-partikel yang lebih kecil yang abnormal. Virus pun kemudian hancur karena belum memiliki pelindung dari melittin. Secara teori, jika nanopartikel disuntikkan ke dalam aliran darah pasien, maka mampu membersihkan darah HIV.

Sengat lebah menjadi cara untuk menyalurkan nano molekuler ke dalam darah penderita. Kemudian bahan aktif ini memburu sel-sel yang telah terpapar virus HIV sekaligus membunuhnya tanpa memberikan kerusakan pada sel-sel yang sehat. Partikel juga bisa disuntikkan ke orang HIV-positif untuk menghilangkan virus dalam aliran darah.

"Harapan kami adalah bahwa di tempat-tempat HIV merajalela, orang bisa menggunakan ini sebagai tindakan pencegahan untuk menghentikan infeksi awal," Joshua Hood, salah satu penulis studi tersebut.
Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh para ahli dari Lembaga Penyakit Tropik/Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya. Kepala ITD Unair Prof Dr Nasronudin mengatakan, lebah tidak hanya menghambat replikasi, akan tetapi langsung membunuh virusnya.

Nasronudin menegaskan, satu kali sengatan lebah akan mengeluarkan nano molekul yang langsung masuk ke aliran darah. Nantinya zat ini akan mencari dan menemukan sel yang terpapar virus mematikan tersebut. Sel HIV ini akan dikejar dan dibunuh namun tidak akan berpengaruh terhadap sel lainnya.

Proses penyembuhan berlangsung sederhana. Sebagai tahap awal, pasien penderita HIV/AIDS terlebih dahulu diukur tingkat kekebalan tubuhnya. Nantinya suhu tubuh ini akan menjadi bahan perbandingan ketika sudah tersengat lebah. Jika tingkat kekebalannya sesuai, maka mulai bisa dilakukan terapi.

Terapi sengatan lebah ini dilakukan di bagian leher dengan periode waktu seminggu sekali selama tiga bulan. Setelah rentang waktu tersebut maka kembali dilakukan cek terhadap jumlah virus yang bersarang. Jika jumlahnya menurun, maka kekebalan tubuh mengalami kenaikan dan harapan hidup menjadi lebih panjang. Terapi lebah diharapan menjadi harapan bagi penderita HIV/AIDS. Sehingga bisa menekan angka kematian karena penyakit menular melalui darah tersebut. ***


reff : http://www.infoyunik.com/2015/07/sengatan-lebah-mampu-sembuhkan-hivaids.html

Kondisi yang Dialami Tubuh Jika Sering Tidur Pagi

Gaya hidup modern menyebabkan seseorang memiliki kecenderungan untuk tidur menjelang pagi. Selain membuat tubuh melemah, ternyata masih banyak kondisi yang akan dialami tubuh ketika sering melakukan aktivitas ini.

Begadang bukan hanya merusak pola kebiasaan tubuh, melainkan juga mengundang beberapa penyakit. Beberapa efeknya bahkan terlihat menakutkan mulai dari lambat dalam merespon, hingga risiko kematian yang signifikan. Berikut ini beberapa kondisi yang akan dialami tubuh karena sering tidur pada waktu pagi.

1. Emosian
Tidur saat pagi membuat seseorang kekurangan jam untuk istirahat. Akibatnya hormon tidak stabil dan melemahkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dalam keadaan tenang. Biasanya seseorang yang tidurnya kurang pada malam hari, akan menyelesaikan permasalahan dengan marah-marah dan tingkat emosi yang tinggi.

2. Lambat Merespon

Kemampuan merespon dunia luar juga semakin melemah ketika tubuh terbiasa tidur pada waktu pagi. Jika terus berlanjut, maka kepekaaan terhadap dunia luar sedikit demi sedikit menghilang sehingga menjauhkan anda dari lingkungan.

3. Gagap
Kegiatan lama tidur hingga menjelang pagi ini juga bisa membuat seseorang mengulang kata yang sama, menjadi lambat dan gagap. Dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari biasanya seseorang yang kurang tidur ini sering gugup, tegang atau gelisah. Lama kelamaan, ini akan menurunkan kualitas sosial seseorang.

4. Rentan Kepikunan Dini
Kebiasaan tidur pagi atau bergadang ini dalam waktu lama bisa menyebabkan kepikunan dini. Studi baru yang dipublikasi dalam jurnal Plos One menemukan orang yang tidak cukup tidur lebih cepat mengalami penurunan kemampuan kognitif dibandingkan mereka yang cukup tidur.

5. Merasa Tertekan
Perasaan tertekan sering dirasakan oleh mereka yang tidur pagi sehingga kurang tidur. Dengan kualitas dan kuantitas yang baik, tidur dapat memperbaiki mood seseorang menjadi lebih positif. Namun kebalikannya jika kuantintas tidur terganggu maka mood juga terganggu dan menimbulkan perasaan tertekan.

6. Ceroboh
Tidak hanya hal di atas ternyata kurang tidur juga membuat seseorang menjadi cerobah dalam bertindak. Menurut Clete Kushida, MD, Ph.D., seseorang yang kurang tidur maka otaknya akan lambat merespon setiap gerakan sehingga akan mempengaruhi gerak orang tersebut.

Masih ingin tidur pagi? Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi anda. Terimakasih sudah membaca.


reff : http://www.infoyunik.com/2015/05/kondisi-yang-dialami-tubuh-jika-sering.html

Cara Mencegah Penyakit Kurap Secara Alami

Cara Mencegah Penyakit Kurap Secara Alami - Penyakit kurap adalah penyakit yang sering menimpa anak-anak terutama yang membiasakan hidup tidak sehat. Tidak sehat bisa dari segi pakaian, handuk yang kotor, atau penggunakan kain basahan yang sering bertukar dengan orang lain (siapa tahu ada yang pakai kain itu menderita kurap). Penyakit ini adalah disebabkan oleh jamur, sebagaimana yang telah saya jelaskan dalam artikel sebelumnya pada Cara Mengobati kurap secara alami.
Mencegah Penyakit Kurap Secara Alami
Namun, dalam artikle ini kita tidak menjelaskan cara mengobati kurap melainkan cara mencegah, mencegah agar kita tidak terjangkit penyakit kulit kurap ini. Bukan kah mencegah lebih bagus daripada mengobati. Maka kita harus menggalakkan mencegah penyakit-penyakit pada tubuh kita sebelum mereka kunjung menyerang kita.

Penyakit kurap adalah penyakit menular, kurap bisa menular melalui handuk basah, kain kotor atau kotak langsung dengan penderita penyakit kurap. Penyakit kurap biasanya menyerang daerah yang sering lembab seperti lipatan-lipata (leher, selangkangan, perut), bisajuga menyerang diulit kepala dan bahkan bisa menyerang pada kuku. Kurap yang menyerang kuku akan memberikan gejala bahwa kuku tersebut akan nampak tebal akhirnya akan rusak.

Mari kita lihat bagaimana cara mencegah penyakit kurap secara alami. Jangan biarkan kulit kita dikuasai jamur dengan berbagai macam penyakit kulit yang tejangkit.

Cara Mencegah Penyakit Kurap Secara Alami

Untuk menghindari diri dari penyakit kulit ini maka kita perlu melakukan beberapa tips berikut.
  1. Mencuci tangan dan kaki, termasuk membersihkan kuku pada kaki dan pada tangan
  2. Menjaga lingkungan selalu dalam keadaan bersih, apalgi tempat mandi atau kamar mandi, karena tempat ini adalah awal penyebab terjadi penyakit jamur
  3. Hati-hati dengan baju, jaket atau topi anda yang dipinjam oleh orang lain. Terutama yang meminjamnya adalah penderita penyakit kurap, termasuk meminjamkan handuk.
  4. Menjaga kebersihan pakaian selalu.
Demikianalah tips atau cara mencegah penyakit kurap secara alami. Semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya. Alami telah menyediakan lingkungan yang baik untuk kita, kmaka kewajiban kita untuk menjaganya selalu baik dan sehat. Mari kita budayakan hidup sehat, agar hidup selalu berkah. Amin

reff : http://icaraku.blogspot.com/2013/06/cara-mencegah-penyakit-kurap-secara.html