Friday, February 19, 2016

Beginilah Cara Tepat Memilih Ikan Lele yang Sehat

Ikan lele dikabarkan menjadi ikan yang paling kotor dan setiap satu suapnya mengandung tiga ribu sel kanker. Kabar ini tentu saja membuat pecinta lele was-was, belum lagi peternak lele yang merasa terpukul dengan kabar yang berhembus tersebut.

Walaupun banyak kabar miring yang beredar seputar lele, namun tetap dipungkiri bahwa ikan bernama latin Clarias ini menjadi sumber protein berharga yang murah meriah. Lele juga mengandung omega-3 dan 6 yang biasa terkandung dalam ikan-ikan mahal seperti kod dan salmon.

Namun harus dipastikan jika lele yang dikonsumsi adalah lele yang sehat. Febri Nanda, dari Asosiasi Pembudidaya Lele Seluruh Indonesia (Aplesi) memaparkan bagaimana memilih ikan lele yang sehat. Bagaimana caranya?

Meski banyak berita miring yang beredar tentang lele, namun hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika memakan lele dapat memicu kanker. Hal ini diungkapkan oleh dr Dradjat R Suardi, SpB(K)Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia yang mencoba mengklarifikasi.

Walaupun begitu, masyarakat setidaknya menjadi lebih mawas diri dalam memilih lele yang sehat atau tidak karena kabar tersebut. Menurut Febri Nanda, ikan lele yang sehat bisa dilihat dari ukuran, pergerakan dan fisiknya.

Febri mengatakan, lele yang sehat memiliki pergerakan yang aktif. Ikan-ikan ini biasanya akan bergerak aktif, lincah, dan tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya,

Febri menambahkan, ukuran ikan lele juga harus memenuhi standar yakni berukuran panjang badan 17 - 20 cm dengan jumlah 9-10 ekor setiap satu kilonya.

Menurut Febri, tekstur daging lele yang sehat keras, tidak lembek. Namun ciri-ciri ini hanya untuk lele yang diternak oleh petani lele. Lele yang hidup dialam tentu tidak sama dengan lele yang mendapat perawatan dari para petani.

"Sebaliknya, ikan lele yang tidak sehat akan lambat pada pergerakan. Posisinya nggantung, dan dagingnya lembek. Itu biasanya karena lele diberi makan jeroan," lanjut Febri.

Jika memenuhi syarat peternakan dalam membudidayakannya, maka lele yang dipanen akan aman. Pasalnya petani lele yang memenuhi syarat akan memperhatikan makanan serta habitat ikan-ikan tersebut tidak sembarangan boleh mengonsumsi limbah seperti di habitat asalnya. Yang terpenting adalah lingkungan yang terjamin kesehatannya, maka ikan lele bisa diandalkan sebagai sumber protein dan asam lemak yang baik untuk kesehatan.


reff : http://www.infoyunik.com/2015/11/beginilah-cara-tepat-memilih-ikan-lele.html

Tips Supaya Gigi Anak Tetap Sehat

Pemahaman yang salah terhadap gigi susu adalah menganggap perawatan gigi susu tidaklah terlalu penting karena dalam beberapa tahun gigi susu akan tanggal padahal gigi susu sangat berpengaruh terhadap perkembangan rahang, otot-otot wajah dan kesehatangigi permanen. Apabila gigisusu tanggal terlalu dini, maka gigi permanen tidak terposisikan dengan benar yang akan menyebabkan gigi tumbuh miring atau bahkan terhalanggigi lain. Sebagian gigi susu bertahan sampai usia 10 hingga 12 Tahun sehingga sangat memungkinkan untuk menularkan penyakit kepada gigi permanen. Oleh sebab itu sangat penting kita selaku orang tua selalu menjaga kesehatan gigi sang buah hati.

Ada beberapa tips supaya gigi anak tetap terawat dan sehat :
  1. Mulai perawatan gigi anak sejak awal pertumbuhan gigi, pada gigi bayi dapat menggunakan jariatau kapas dan bila anak sudah berusia sekitar satu tahun, Anda dapat mulai menyikat gigi anak dan kemudianmengawasi dan membimbing anak untuk menyikat gigi. Bimbinglah anak untuk menyikat gigi sampai usia 3-4 tahun atau sampai anak mampu menyikat sendiri dengan baik. Kemudian, Anda cukup mengawasinya.
  2. Perhatikan bentuk sikat gigi yang akan dipakai oleh anak, pilih yang memiliki bulu bulat dan lembut. Kepala sikat harus kecil agar dapat menjangkau semuasudut serta memiliki gagang yang cukup tebal agar nyaman dan aman di tangan anak.
  3. Bilaslah sikat gigi dengan baik dan keringkan di udara setelah selesai pemakaian dan ganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali.
  4. Gunakan pasta gigi khusus anak-anak dengan bahan yang tidak berbahaya bila tertelan. Perhatikan kandungan flouride maksimum 600 ppm. Mulai usia sekolah, anak-anak dapat beralih ke pasta gigi orang dewasa, dengan kadar fluorida sebesar0,1% atau 1.000 ppm (maksimum 1.500 ppm).Fluoride sangat penting untuk pembentukan gigi yang sehat.
  5. Gunakan pasta gigi secukupnyasaja, hanya sebesar kacang tanah sudah cukup. Jangan termakan pengaruh iklan yang menunjukkan penerapan pasta gigi sampaimenutupi semua permukaan sikat gigi. Overdosis flouride pada saat pembentukan gigi dapat mengakibatkan masalah yang disebutfluorosis. Gigi anak menjadi berwarna coklat dengan bintik-bintik putih permanen. Anak-anak di bawah usia enam tahun rentanterhadap masalah ini.
  6. Berikan contoh kebiasaan menyikat gigi yang baik pada anak.Waktu yang tepat untuk menggosok gigi adalah di pagi dan sore hari. Hal ini memotivasianak-anak untuk meniru Anda. Sikatlah gigi dalam waktu yang cukup (sekitar tiga menit) sehingga seluruh permukaan gigi Andabetul-betul bersih.
  7. Kunjungi dokter gigi secara rutin minimal sekali dalam 6 bulan. Perawatan gigi tidak hanya dilakukan terhadap kerusakan ataucedera, tetapi juga bila ada maloklusi gigi anak. Kunjungan berkala memungkinkan dokter gigi untuk mendeteksi dan mengoreksi masalah lebih awal.
  8. Hentikan kebiasaan mengisap jempol. Mengisap jempol adalah normal sampai usia sekitar 3 ? 4 tahun. Jika mengisap jempolterus berlanjut setelah usia ini, sebaiknya dilakukan upaya untuk menghentikannya karena dapat berakibat buruk pada gigi. (Cara tradisional untuk menghentikan kebiasaan ini adalah dengan penerapan sesuatu yang pahit (misalnya brotowali) di jempol anak.
Demikian beberapa Tips Supaya Gigi Anak Tetap Sehat, semoga bermanfaat.

reff : http://tipssupaya.blogspot.com/2012/10/tips-supaya-gigi-anak-tetap-sehat.html

Apakah kecerdasan orang tua dapat diwariskan pada anak?

Berdasarkan ilmu genetika, pengaruh gen kedua orang tua sangat besar peranannya terhadap anak. Namun, apakah gen juga berpengaruh pada pewarisan sifat? atau seberapa besarkah pengaruhnya terhadap warisan kecerdasan? Telah dilakukan penelitian oleh ilmuan Jerman kaitan antara keduanya.
Andreas Heinz dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran Charite Berlin menyatakan, genetika memang memainkan peran besar dalam perkembangan kecerdasan. Namun, berbagai penelitian kini juga membuktikan pengaruh "luar biasa" lingkungan terhadap kemampuan kecerdasan masing-masing individu.

Hasil tes kecerdasan manusia dengan latar belakang dan kondisi sosial berbeda, ternyata juga tergantung dari pengaruh masyarakat sekitarnya. Penelitian dari Amerika Serikat menunjukkan, di tahun 70-an anak-anak berkulit hitam yang diadopsi keluarga berkulit putih memiliki nilai IQ yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak berkulit putih dan hitam lainnya.

Menurut sensus 2011, di Jerman sekitar 62 persen warga yang tidak tamat sekolah, memiliki latar belakang migran. Peneliti pendidikan Coskun Canan dari Universitas Humboldt di Berlin menyebutkan, banyak yang kemudian menggap kesalahannya terletak pada "keistimewaan" etnis dan budaya, khususnya warga migran keturunan Turki dan penganut agama Islam. Hanya sedikit laporan yang mengangkat keberhasilan migran di bidang pendidikan.

Perempuan motor pendidikan

Jika data warga Jerman keturunan Turki diteliti lebih jauh, akan terlihat bahwa generasi lama kebanyakan tidak tamat sekolah. Generasi baru memang tidak memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan pelajar tanpa latar belakang migran, namun lebih berprestasi dibandingkan generasi orangtuanya.

Sekitar 30 persen dari perempuan muda di Jerman yang lebih berprestasi di dunia pendidikan menamatkan sekolah dan trennya terus meningkat. "Perempuan dengan latar belakang migran adalah motor bagi seluruh kelompok tersebut," kata Coskun Canan. Kenyataan ini melecut para prianya untuk melakukan hal yang sama. Soalnya, biasanya kaum kaum pria harus bisa menyamai tingkat pendidikan perempuan, jika mereka ingin menikah di kelompok etnis yang sama.

Coskun Canan memperingatkan adanya "praduga" negatif. Anggapan seperti "keturunan Turki menolak integrasi" bisa mempengaruhi individu yang dibicarakan. Ia kemudian akan menyesuaikan diri seperti anggapan tersebut. Pakar sosiologi menyebutnya sebagai efek "stereotype threat" - ancaman tipe khas.

Jika misalnya seorang guru memperlakukan murid keturunan Turki secara diskriminatif dibanding murid Jerman asli, maka ia menghambat kemungkinan murid bersangkutan untuk berkembang. "Misalnya nilai murid itu bisa 'bagus' atau 'cukup'. Maka guru biasanya hanya memberikan nilai 'cukup," jelas Canan. Guru tersebut memiliki jalan pikir, bahwa anak itu tidak akan berhasil melanjutkan pendidikan ke sekolah yang berkualitas. Tipe khas ini kerap direproduksi dan dengan itu potensi murid dihambat.

Stres sosial ubah otak

Pengalaman diskriminasi semacam ini kemungkinan langsung tersimpan di otak dan bisa mempengaruhi kemampuan kognitif, tambah Andreas Heinz. Percobaan dengan hewan menunjukkan, isolasi menyebabkan stres dan meninggalkan jejak di otak.

"Dalam percobaan dengan hewan hal ini bisa diukur secara tepat," kata Heinz. Jika hewan yang agresif mendesak hewan percobaan di kandang, sistem hormonal akan memproduksi hormon stres seperti serotonin. Hormon ini dikaitkan dengan depresi. Hormon dopamin yang berhubungan dengan kemampuan belajar juga mengalami perubahan besar. Disebutkan perubahan bisa terjadi di otak dan bahkan bisa diwariskan ke keturunan berikutnya.

Heinz dan timnya kini tengah meneliti apakah mekanisme senada juga terjadi di otak manusia. Ia ingin mencari tahu, apakah stres sosial juga menyebabkan reaksi biokimia tertentu pada manusia.

Apakah gen yang penting bagi kecerdasan akan menjadi aktif atau malah diblokir? Apakah isolasi atau diskriminasi bertanggung jawab atas ketidakmampuan seseorang berkembang? Bisakah reaksi atas stres diwariskan? Heinz menganggapnya sebagai hal yang mungkin.

Satu hal yang sudah jelas: Pembatasan sosial melalui prasangka negatif berdampak buruk bagi manusia. Karena itu semua yang bisa membantu perkembangan kecerdasan harus didukung. Mulai dari kemampuan bahasa hingga makanan yang sehat.

Semoga bermanfaat, salam sukses.


reff : http://tipssupaya.blogspot.com/2013/01/apakah-kecerdasan-orang-tua-dapat.html

Dampak Negatif Bergadang

Banyak alasan yang bisa membuat orang bergadang. Bergadang membuat waktu tidur yang harusnya jam 9-10 bisa menjadi jam 12 atau jam 1 pagi dan bahkan lebih. Jika terlalu sering bergadang, maka kita bisa mengalami beberapa dampak tidak baik.

Pertama, badan menjadi kurang bugar dan terasa pusing. Jika bergadang maka ketika bangun dipagi harinya, badan kurang terasa fit. Kalau sudah begini maka aktivitas pun menjadi kurang lancar jadinya.

Kedua adalah bergadang membuat sering lapar. Walaupun tidak bekerja, tapi bergadang sangat cepat membuat perut lapar. Inilah yang saya alami. Alhasil makan cemilan atau mie menjadi pilihan untuk mengisi perut yang keroncongan. Kalau sering-sering seperti ini kan tidak baik bagi tubuh. Kita akan mudah menjadi gemuk dengan ngemil, padahal gemuk sangat dihindari oleh banyak orang.

Untuk itu, mari kita atur waktu tidur kita dengan baik agar tidak sering bergadang. Ini juga untuk menjaga kesehatan tubuh kita tetap prima dan bisa beraktivitas dengan lancar..


reff : http://puteka85.blogspot.com/2013/07/dampak-negatif-bergadang.html

Cara Alami Menghilangkan Kutil

Cara Alami Menghilangkan Kutil - Pernahkah anda mengalami kutil ditangan, kaki, atau tempat2 lainnya? Kutil adalah penyakit sepele tapi bisa menghilangkan rasa percaya diri bagi seseorang, apalagi kalau kutil itu tumbuh dibagian muka. Dahulu orang beranggapan bahwa kutil ini adalah penyait yang dibawa oleh katak. Ini hanya anggapan orang dulu, tetapi dengan berkat perkembangan teknologi maka diketahui bahwa kutil ternyata disebabkan leh virus HPV. Jadi kutil ini bisa disembuh dengan tuntas walau dengan cara alami.
Cara Menghilangkan/Memusnahkan Kutil secara Alami
Berbicara tentang cara menghilangkan kutil maka kita perlu berbicara sedkit tentang penyebab kutil yaitu virus HPV. Virus HPV ini ada banyak macamnya, bahkan sampai 100 macam virus hpv. Semua jenis virus HPV ini menyerang bagian luar kulit yang rusak. Kulit sifatnya mati dan tumbuh, mati dan tumbuh lagi, jadi kalaupun tidak diobati kutil tetap saja bisa mati dengan sendirinya, tetapi agar prosesnya cepat maka perlu juga kita mengobati kutil.

Cara Alami Menghilangkan Kutil

Kutil sebenarnya bisa dihilangkan dengan metode medis dan juga bisa dihilangkan dengan cara tradisional atau dengan menghandalkan cara alami. Kalau anda tidak ingin buang-buang duit ke dokter maka anda bisa mencoba resep alami dalam mencegah dan menghilangkan kutil.

  • Daun Dewa. Daun dewa bisa dihandalkan untuk mengobati kutil. Caranya adalah dengan menyiapkan beberapa lembar daun dewa, kemudian remas hingga hancur dan letakkan diatas kutil dan tutup dengan perban medis.
  • Kulit pisang. Kulit pisang juga bisa untuk mengobati kutil. bagi anda penggemar pisang, jangan lupa sehabis makan untuk mengoles kulit pisang bagian dalam pada kutil, lakukan secara kontinue hingga kutil anda mengerinig. Sederhana kan :)
  • Kentang. Alternatif lain untuk membunuh kutil ialah dengan kentang, disarankan kentang putih. Kupas irisan kentang pada kutil, Kenapa harus kentang? Kadar potassium pada kentang dipercaya bisa membunuh virus HPV yang menyebabkan terjadi kutil.
  • Diterjen dan Kapur sirih. Untuk mengobati kutil anda juga bisa menggunakan campuran diterjen dengan kapur sirih. Ambil diterjen 1/4 sendok teh, kapur sirih 1/4 sendok teh, 1:1. OK, kemudian campurkan kedua senyawa ini dengan cutton bud, kemudian oleskan dengan cutton bud hasil campuran tadi pada kutil anda, tunggu hingga mengering, kemudian basuh dengan air hangat.

Demikianlah Cara Alami Menghilangkan Kutil, semoga artikel ini bermanfaat. Selamat mencoba

reff : http://icaraku.blogspot.com/2013/03/cara-alami-menghilangkan-kutil.html